Enam Kebiasaan untuk Menghindari “Stuck” dalam Karier

Enam Kebiasaan untuk Menghindari “Stuck” dalam Karier

bawagnerinc.com – Seperti dalam lagu sebuah iklan vitamin perkembangan anak, “Badanku duluuu tak beginii, bajuku kini tak cukup lagiii.”

Saya pun menyadari, bagaimana sekarang baju lama saya makin sesak dan “tak cukup lagi” di badan. Khususnya, di area-area perut, di mana saya banyak mengalami, ehm, “perkembangan” ke samping dan “pertumbuhan” ke depan.

Karena jarang melakukan pengukuran dan pengawasan terhadap ukuran badan saya, perubahan ini terjadi bahkan tanpa saya sadari. Mendadak, timbangan badan di rumah pun protes, menolak saya naikin. “Nyesek dinaikin kamu ah,” katanya.

Hal yang sama sering terjadi pada diri kita dalam berbagai bidang, termasuk dalam karier, usaha, ataupun bisnis.

Sebagai rutinitas, pekerjaan kita, karier, dan usaha kita berlalu begitu saja setiap hari tanpa kita awasi. Tidak kita perhatikan, bahkan, tidak kita ukur perkembangan, pertumbuhannya, atau bahkan nyangkut atau enggak.

Tanpa sadar, target pribadi kita tercapai 3 tahun lalu, dan kita bahkan belum membuat target baru.

Tanpa sadar, kita sudah bekerja selama 10 tahun di tempat yang sama dan waktu pensiun sudah semakin dekat.

Tanpa sadar, kita sudah bekerja selama 5 tahun di tempat yang sama, di posisi yang sama, dan level yang sama, nyangkut, tanpa ada perkembangan apa pun.

Pekerjaan, karier, dan usaha kita, bukan sekadar rutinitas untuk “gugur kewajiban”.

Pekerjaan, karier, dan usaha kita harus terus berkembang. Karena itu, pastikan bahwa Anda tidak sekadar lari di tempat dalam karier Anda. Dan, Anda bisa melakukan itu dengan melakukan enam hal sederhana berikut ini.

Bagaimana mengembangkan diri dalam karier Anda? Apa langkah pertama yang bisa dilakukan seseorang untuk mengontrol berat badannya? Dengan secara rutin mengukur berat badannya di timbangan, mengukur asupan makanannya, mengukur volume olahraganya, dan menjaga aktivitasnya.

Untuk secara sederhana memastikan bahwa Anda tidak nyangkut dalam karier dan usaha Anda, Anda pun perlu melakukan hal yang sama.

  1. Goal setting atau penetapan tujuan
    Pertama, tetapkan dulu target dan tujuan Anda. Buang jauh- jauh kebiasaan bekerja dan memilih profesi atau karier secara asal, secara acak, bahkan secara “hom pim pah”. Buang juga jauh-jauh, kebiasaan bekerja dengan mengikuti “aliran” tanpa menetapkan tujuan jelas.

Misalnya, saya akan mencoba pekerjaan ini selama lima tahun. Dan, bila belum mencapai posisi tertentu, saya memutuskan untuk mencoba hal lain.

Coaching questions:
Apa yang ingin saya dapatkan dari profesi ini? Apa tujuan akhir saya dari pekerjaan ini? Apa yang seharusnya saya capai? Berapa lama waktu saya untuk mencapainya? Apa batasan saya dalam menjalankannya? Kapan deadline saya untuk mencapainya?

  1. Monitoring atau pengawasan proses
    Setelah itu, seperti ahli strategi pada umumnya, Anda harus melakukan pengawasan proses atas pekerjaan Anda.

Awasi bagaimana proses kerja selama Anda menjalankannya. Perhatikan keberhasilan, kegagalan, kekuatan, kelemahan, angka pencapaian, dan lainnya untuk mengumpulkan data tentang progres dalam usaha harian Anda.

Misalnya, buat semacam to do list atau checklist langkah yang perlu Anda lakukan.

Coaching questions:
Bagaimana kelancaran proses kerja dan usaha saya? Apa yang berhasil baik dan apa yang tidak berhasil baik? Bagaimana kemampuan saya menyelesaikan tiap tantangan?

  1. Measuring atau pengukuran hasil
    Kumpulkan data yang sudah Anda lakukan melalui proses monitoring sejauh ini, dan lakukan pengukuran hasil dalam http://www.pelajaransekolahonline.com/ periode-periode tertentu, misal setiap bulan, setiap quarter, dan seterusnya.

Bandingkan posisi awal Anda dengan posisi saat ini dan bandingkan juga dengan posisi tujuan Anda. Lakukan ini secara rutin.

Contohnya, bulan lalu Anda bisa menjual 15 produk per minggu, sekarang 20 produk per minggu. Dulu, Anda punya waktu 3 jam per hari untuk menelepon klien, sekarang Anda hanya punya 1 jam per hari, dan sebagainya.

Coaching questions:
Apa yang berubah dibandingkan periode lalu? Sebesar apa perubahannya? Sejauh apa berkembang dibandingkan sejak mulai?

  1. Analyzing atau menganalisis dan menarik kesimpulan
    Setelah itu, lanjutkan dengan menganalisis data yang ada. Ini untuk lebih memahami hasil yang sudah Anda raih dalam pekerjaan Anda.

Katakanlah saat Anda baru mulai dalam profesi ini, Anda dapat meloloskan lima proyek per bulan dan sekarang Anda bisa mencapai tujuh proyek, temukanlah alasannya. Kenapa ini bisa terjadi?

Coaching questions:
Apa yang menyebabkan perbedaan angka dan situasi ini? Apa alasannya? Apa yang berubah? Apa artinya perubahan ini terhadap pencapaian tujuan? Apa kesimpulannya? Apa langkah yang berhasil dan apa yang gagal?

  1. Improving atau melakukan perbaikan
    Akhirnya, gunakan kesimpulan yang Anda temukan dalam analisis sebelumnya untuk mengembangkan diri Anda dan karier Anda dalam periode selanjutnya.

Kalau Anda menemukan bahwa Anda bisa menjual lebih banyak produk melalui online daripada melalui offline, mungkin Anda perlu lebih banyak mengembangkan strategi online.

Kalau ternyata Anda menemukan Anda lebih jago melakukan negosiasi daripada di belakang meja, maka sesuaikan rencana kerja Anda dengan profesi yang lebih banyak membuat Anda bertemu dan bernegosiasi dengan klien dan sebagainya.

Coaching questions:
Apa yang saya temukan? Apa kesimpulan saya? Jadi apa yang harus saya lakukan untuk bisa berhenti stuck dan mencapai tujuan saya?

  1. Enjoying, nikmati prosesnya
    Yang terakhir dan terpenting adalah menikmati prosesnya. Agar tidak stuck dan nyangkut dengan pekerjaan, Anda harus memastikan Anda memahami sisi kepuasan hati Anda.

Menikmati proses kerja dan menikmati pilihan karier seringkali adalah indikator keberhasilan Anda dalam menghindari stuck atau nyangkut dalam karier.

Ikuti kata hati Anda. Lakukan dengan hati, dan pastikan, karier yang Anda lakukan memberikan kepuasan dalam bekerja, dan pelajari bagaimana Anda bisa lebih menikmati pekerjaan, usaha, dan memilih karier yang memang Anda enjoy.

Coaching questions:
Apa yang saya nikmati? Apa yang saya nikmati dalam profesi dan pekerjaan ini? Bagaimana saya bisa melakukan yang saya cintai dengan lebih baik? Bagaimana saya bisa lebih menikmati pekerjaan dan usaha saya?

Stuck alias nyangkut di pekerjaan itu adalah fenomena masa lalu. Sadari hal ini, lakukan peran aktif dalam mengembangkan diri Anda, dan berhentilah nyangkut dalam hidup Anda!

Demikian artikel pembahasan tentang” Enam Kebiasaan untuk Menghindari “Stuck” dalam Karier”, semoga bermanfaat.

 Baca juga artikel lainnya :

Dea Ananda Jadi Instruktur Cantik di Yoga With Bintang

bawagnerinc.com – Yoga with Bintang kembali akan berlangsung pada Minggu (12/3/2017). Bertemapat di main lobby Senayan City, Jakara Pusat, program yang bertujuan agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan dengan yoga, akan menghadirkan Dea Ananda sebagai bintang tamu.

dea

Berlangsung pagi hari, pukul 06.00 WIB, acara Yoga with Bintang berlangsung gratis, atau tidak dipungut biaya. Dea Ananda akan berbaur dengan para peserta mencoba untuk melakukan gerakan-gerakan yoga.

Dea Ananda, memang dikenal sebagai sosok artis yang menggemari yoga, meski saat ini juga ia tengah mendalam pilates. Dea, rupanya ingin selalu menjaga lesehatan dan kebugaran tubuhnya, dengan melakukan olahraga Kekayaan BILL GATES

Yoga belakangan menjadi aktivitas yang trend di kalangan masyarakat. Sejumlah artis beramai-ramai melakukan yoga. Sebut saja Anjasmara, Sophia Latjuba, Marshanda, dan masih banyak lagi.

Melalui kegiatan yang tengah trend ini juga diharapkan masyarakat akan terinspirasi untuk hidup sehat. Jadi, tunggu apa lagi, segera daftarkan diri kamu ya. Siap-siap untuk menyaksikan secara langsung, pelajaran Yoga dari Dea Ananda. Jangan sampai ketinggalan karena tempat terbatas.

Baca Juga :

Puan Maharani Dampingi Jokowi Bagikan KIP

bawagnerinc.com – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mendampingi Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak-anak yatim piatu di salah satu SMK di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta dan di Magelang, Jawa Tengah.

puan maharani

Pemberian KIP untuk anak-anak yatim piatu merupakan wujud nyata dari arahan Presiden untuk membangun pendidikan yang merata, berkeadilan dan berkualitas di tahun 2017.

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan, sebanyak 1.037 siswa di daerah Kulon Progo menerima KIP secara langsung dari Presiden. Pemberian KIP dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pengasih, Kulon Progo.

Sementara untuk Magelang, bertempat di SMK Syubbanul Wathon Secang, Presiden memberikan KIP kepada 1.083 siswa. Peserta penerima KIP terdiri atas siswa SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB yang tinggal di Panti Asuhan.

Seperti saat pemberian KIP di JIExpo beberapa waktu lalu, Presiden secara simbolis memberikan KIP kepada 12 siswa perwakilan penerima KIP dari setiap jenjang pendidikan.

“Anak yang belum mendapatkan KIP dipastikan akan memperoleh manfaat dana program ini di tahun 2017,” kata Menko PMK Puan Maharani sebagaimana disampaikan saat memberikan laporan dalam Acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017, beberapa hari lalu.

Menko PMK juga menyebutkan jumlah uang yang nantinya akan diterima oleh penerima KIP ini adalah untuk siswa SD sebesar Rp450.000, SMP Rp750.000, dan SMA/SMK Rp1 juta.

Sementara itu, Presiden Jokowi menilai, nominal yang diberikan dalam KIP itu lebih dari cukup. Presiden juga berpesan kepada anak-anak yang hadir untuk memanfaatkan dana KIP sebaik-baiknya dan selalu belajar dengan baik untuk menghadapi persaingan yang makin ketat ke depannya Cara Membuat Proposal Usaha

Puan juga ikut mendampingi Jokowi saat meninjau kesiapan lahan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, Jumat (27/1/2017).

Dalam peninjauan itu dilakukan prosesi babat alas nawung kridha, yang artinya
membuka, membersihkan, merapikan, menata lahan, serta peletakan batu pertama.

Presiden menilai keputusannya untuk membangun Bandara Kulonprogo harus diambil karena melihat daya tampung Bandara Adisucipto yang tidak besar.

“Bandara Adisucipto hanya memiliki kapasitas 1,5 juta, sehingga sudah sesak dan crowded sekali,” ujar Presiden.

Untuk itu Bandara Internasional Kulon Progo yang akan dibangun diatas lahan seluas 587 hektare ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan di Bandara Adisucipto Yogyakarta, meningkatkan kualitas pelayanan kepada jasa bandara, serta memacu perkembangan perekonomian, aktivitas bisnis, dan mendukung kegiatan pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

Baca Juga :